Senin, 27 Mei 2013

SEJARAH BALI



MAKALAH KERAJAAN BALI
Dosen Pengampu: Dhalia Soetopo, M.Pd

LOGO UNIBA2.JPG

Kelompok 4, Materi 6:
Alif Rahman Hidayat          NIM :11872010385
Agung Prasetyo                   NIM : 11872010414
Erna Novitasari                   NIM : 11872010412








PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
2013

i



KATA PENGANTAR


Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini yang berjudul “Kerajaan Bali.”
Makalah ini berisikan tentang informasi Kerajaan Bali. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk dan pedoman bagi para pembaca dalam memperluas pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.


                                                                                    Banyuwangi, 7 Mei 2013



                                                                                    Penyusun














ii


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................................      i
                   KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
                  
                   BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
      1.1  Latar Belakang ......................................................................................... ....... 1           
      1.2  Rumusan Masalah ..................................................................................... ....... 2
      1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................... ....... 2
                  
                   BAB II PEMBAHASAN
                   2.1  Letak Kerajaan Bali .................................................................................. ....... 3
      2.2  Bukti Kerajaan Bali .................................................................................. ....... 4           
      2.3  Raja - Raja Pada Masa Kerajaan Bali ....................................................... ....... 5           
      2.4  Kehidupan Kerajaan Bali ......................................................................... ....... 7           
      2.5  Penyebab Kejayaan Kerajaan Bali ............................................................ ....... 9
      2.6  Penyebab Kemunduran Kerajaan Bali ...................................................... ....... 9           
                  
                   BAB III PENUTUP ...................................................................................... ..... 10           
      3.1  Kesimpulan ............................................................................................... ..... 10           
      3.2  Saran ......................................................................................................... ..... 10
                  
                   DAFTAR PUSTAKA
                  





iii











BAB I
PENDAHULUAN


      1.1  Latar Belakang

Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya. Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8, bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah, Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat, juga terhadap sistem pemerintah.
Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno. Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan.
Kerajaan Bali terletak pada sebuah Pulau kecil yang tidak jauh dari daerah Jawa Timur. Dalam perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa. Karena letak pulau itu berdekatan, maka sejak zaman dulu mempunyai hubungan yang erat. Bahkan ketika Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap di sana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali dianggap pewaris tradisi Majapahit.




1.2  Rumusan Masalah
     
      1.      Dimana letak Kerajaan Bali?  
      2.      Apa Bukti adanya Kerajaan Bali?
      3.      Siapa raja-raja Kerajaan Bali?
      4.      Bagaimana kehidupan Kerajaan Bali?
      5.      Apa penyebab kejayaan Kerajaan Bali?
      6.      Bagaimana Proses Keruntuhan Kerajaan Bali?




      1.3  Tujuan Penulisan
     
1.       Mengetahui letak Kerajaan Bali.
2.       Mengetahui Bukti Kerajaan Bali.
      3.      Mengetahui raja-raja Kerajaan Bali.
      4.      Mengetahui kehidupan Kerajaan Bali.
      5.      Mengetahui penyebab kejayaan Kerajaan Bali.
      6.      Mengetahui penyebab Keruntuhan Kerajaan Bali.

     









BAB II
PEMBAHASAN

     

      2.1 Letak Kerajaan Bali

Kerajaan Bali merupakan sebuah kerajaan yang terletak di sebuah pulau kecil yang tak jauh dari Jawa Timur dengan nama yang sama. Kerajaan Bali umumnya bercorak agama Hindu. Dalam perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa karena letak kedua pulau ini berdekatan. Bahkan ketika Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap disana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali dianggap sebagai pewaris tradisi Majapahit. Bali yang dikenal sebagai “Pulau Dewata” pada zaman duhulu kala, sebelum kedatangan majapahit terdapat sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di bali yaitu sekitar 914 M yang diketahui dari sebuah prasasti yang ditemukan di desa blanjong dekat Sanur yang memiliki pantai matahari terbit.
Prasasti itu berangka tahun 836 saka yang menyebutkan nama rajanya “Khesari Warmadewa” memiliki istana yang ada di Singhadwala. Khesari Warmadewa adalah Ugrasena pada tahun 915 M - 942 M. Setelah meninggal, Abu dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air Madatu, lalu beliau digantikan oleh mahkota Jayasingha Warmadewa (960 M - 975 M). Dikatakan bahwa raja Jayasingha membangun dua pemandian di desa Manukraya, yang letaknya sekarang.
Pusat Kerajaan Bali pertama di Singhamandawa. Raja pertama Sri Ugranesa. Beberapa prasasti yang ditemukan tidak begitu jelas menggambarkan bagaimana pergantian diantara 1 keluarga raja dengan keluarga raja yang lain. Prasasti yang ditemukan di Jawa Timur hanya menerangkan bahwa Bali pernah dikuasaiSingasari pada abad ke – 10 dan Majapahit abad ke – 14. (http://www.scribd.com/doc/36399255/Kerajaan-Bali)
2.2  Bukti Sejarah

                  Berita tertua dari bangsa asing mungkin dari orang Cina. Di dalam kitab sejarah dinasti T´ang kuno, disebutkan antara lain bahwa Holing terletak di kepulauan di lautan sebelah selatan.Di sebelah timur Holing terletak P´o-li, di sebelah barat To-po-teng, di sebelah utara Chen-la(kamboja) dan disebelah selatan lautan.
                  Di dalam kitab sejarah dinasti T´ang  baru dikatakan bahwa Ho-ling disebut juga She-p´o. Letaknya dilautan sebelah selatan.Disebelah timurnya P´o-li(Bali) dan disebelah baratnya terletak To-po-teng(sumatra).Disebelah Utara terletak Chen-la(kamboja),yang jaraknya kira-kira dua bulan berlayar. Selain itu, di dalam kitab Chu-fa-chin bagian Suchi-tan,Bali disebut dengan nama Ma-li.Lebih lanjut kitab Yao-i-chih-lue menyebut nama P´eng-li yang mungkin sama dengan Pa-li atau Ma-li.
                  Setelah itu, kita tidak memproleh keterangan apa pun mengenai Bali didalam kitab-kitab sejarah dinasti cina maupun berita dari bangsa asing lainnya.Mungkin hal ini disebabkan hubungan dengan Cina pada masa-masa berikutnya kurang intensif,meskipun perdagangan Bali dengan pulau-pulau laennya cukup ramai pada zaman raja Anak Wangsu.
                  Berita tertua tentang keadaan di Bali yang berasal dari pulau Bali sendiri berupa bulatan kecil dari tanah liat(cap,tablet) berukuran diameter sekitar 2,5 cm.Cap tanah liat tersebut disimpan didalam stupika (stupa kecil) dari tanah liat. Cap-cap ini ditulisi mantra-mantra agama budha dalam bahasa Sanskerta. (Poesponegoro,Marwat Djoned,Sejarah Nasional Indonesia II, Cetakan ke-4, Jakarta Balai Pustaka,2010)
                  Dan dari sumber sejarah kerajaan bali diatas bisa dapat diurutkan seperti yang dibawah ini:
Ø  Berasal dari kitab sejarah dinasti Tang.
Ø   Di sebelah timur Ho – ling terletak P’oli dan bahwa negeri Da – pa – tau terletak disebelah selatan Kamboja.
Ø  Penduduknya menulis di atas daun Patra (rontal)
Ø  Di dalam berita Cina dikatakan bahwa mayat orang Dapatau diberi bekal berupa perhiasan (emas) dan dibakar.
Ø  Prasasti Bali yang tertua berangka tahun 804 S (882 M) isinya : pemberian izin kepada para biksu dan pendeta agama Buddha untuk membuat pertapaan di bukit Cintamani.
Ø  Prasasti berangka tahun 818 S (896 M) dan 883 S (911 M) isinya : mengenai tempat sucidan tidak menyebutkan nama Raja.
Prasasti yang ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur Permukaan prasasti ditulis  sebagian dengan huruf Nagari (huruf India) dan sebagian dengan huruf Bali kuno, sedangkan bahasanya menggunakan bahasa sansekerta. Angka berupa Candra Sangkala dan berbunyi“Khecarawahni – Murti artinya tahun 836 S (914 M). (http://www.fahmiblogs.com/2011/09/kerajaan-bali.html)

2.3  Raja Yang Memerintah Pada Masa Kerajaan Bali

Informasi tentang raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Bali diperoleh terutama dari prasasti Sanur yang berasal dari 835 Saka atau 913. Prasasti Sanur dibuat oleh Raja Sri Kesariwarmadewa. Sri Kesariwarmadewa adalah raja pertama di Bali dari Dinasti Warmadewa. Setelah berhasil mengalahkan suku-suku pedalaman Bali, ia memerintah Kerajaan Bali yang berpusat di Singhamandawa. Pengganti Sri Keariwarmadewa adalah Ugrasena. Selama masa pemerintahannya, Ugrasena membuat beberapa kebijakan, yaitu pembebasan beberapa desa dari pajak sekitar tahun 837 Saka atau 915. Desa-desa tersebut kemudian dijadikan sumber penghasilan kayu kerajaan dibawah pengawasan hulu kayu (kepala kehutanan). Pada sekitar tahun 855 Saka atau 933, dibangun juga tempat-tempat suci dan pesanggrahan bagi peziarah dan perantau yang kemalaman.
Pengganti Ugrasena adalah Tabanendra Warmadewa yang memerintah bersama permaisurinya, ia berhasil membagun pemandian suci Tirta Empul di Manukraya atau Manukaya, dekat Tampak Siring. Pengganti Tabanendra Warmadewa adalah raja Jayasingha Warmadewa. Kemudian Jayasadhu Earmadewa. Masa pemerintahan kedua raja ini tidak diketahu secara pasti. Pemerintahan kerajaan Bali selanjutnya dipimpin oleh seorang ratu. Ratu ini bergelar Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi. Ia memerintah pada tahun 905 Saka atau 938. Beberapa ahli memperkirakan ratu ini adalah putri dari Mpu Sindok dari kerajaan Mataram Kuno.
Pengganti ratu ini adalah Dharma Udayana Warmadewa. Pada masa pemerintahan Udayana, hubungan Kerajaan Bali dan Mataram Kuno berjalan sangat baik. Hal ini disebabkan oleh adanya pernikahan antara Udayana dengan Gunapriya Dharmapatni, cicit Mpu Sendok yang kemudian dikenal sebagai Mahendradata. Pada masa itu banyak dihasilkan prasasti-prasasti yang menggunakan huruf Nagari dan Kawi serta bahasa Bali Kuno dan Sangsekerta.
Setelah Udayana wafat, Marakatapangkaja naik tahta sebagai raja Kerajaan Bali. Putra kedua Udayana ini menjadi raja Bali berikutnya karena putra mahkota Airlangga menjadi raja Medang Kemulan. Airlangga menikah dengan putri dari Darmawngasa dari kerajaan Medang Kemulan. Dari prasasti-prasasti yang ditemukan terlihat bahwa Marakatapangkaja sangat menaruh perhatian pada kesejahteraan rakyatnya. Wilayah kekuasaannya meliputi daerah yang luas termasak Gianjar, Buleleng. Tampaksiring dan Bwahan (Danau Batur). Ia juga mengusahakan pembangunan candi di Gunung Kawi.
Pengganti raja Marakatapangkaja adalah adiknya sendiri yang bernama Anak Wungsu. Ia mengeluarkan 28 buah prasasti yang menunjukkan kegiatan pemerintahannya. Anak Wungsu adalah raja dari Wangsa Warmadewa terakhir yang berkuasa di kerajaan Bali karena ia tidak mempunyai keturunan. Ia meninggal pada tahun 1080 dan dimakamkan di Gunung Kawi (Tampak Siring).
Setelah anak Wungsu, kerajaan Bali dipimpin oleh Sri Sakalendukirana. Raja ini digantikan Sri Suradhipa yang memerintah dari tahun1037 Saka hingga 1041 Saka. Raja Suradhipa kemudian digantikan Jayasakti. Setelah Raja Jayasakti, yang memerintah adalah Ragajaya selitar tahun 1155. Ia digantikan oleh Raja Jayapangus (1177-1181). Raja terakhir Bali adalah Paduka Batara Sri Artasura yang bergelar Ratna Bumi banten (Manikan Pulau Bali).
Raja ini berusaha mempertahahankan kemerdekaan Bali dari seranggan Majapahit yang di pimpin oleh Gajah Mada. Sayangnya upaya ini mengalami kegagalan. Pada tahun 1265 Saka tau 1343, Bali dikuasai Majapahit. Pusat kekuasaan mula-mula di Samprang, kemudian dipindah ke Gelgel dan Klungkung. (Poesponegoro,Marwat Djoned,Sejarah Nasional Indonesia II, Cetakan ke-4, Jakarta Balai Pustaka,2010)


2.4  Kehidupan Kerajaan Bali
     
      1.      Kehidupan Politik 
Nama Bali sudah lama dikenal dalam beberapa sumber kuno. Dalam berita Cina abad ke-7 disebut adanya nama daerah yang bernama Dwa-pa-tan, yang terletak disebelah timur Kerajaan Holing (Jawa). Menurut para ahli nama Dwa-pa-tan ini sama dengan Bali. Adat istiadat penduduk Dwa-pa-tan ini sama dengan di Holing, yaitu setiap bulan padi sudah dipetik, penduduknya menulis dengan daun lontar, orang yang meninggal dihiasi dengan emas, dan ke dalam mulutnya dimasukkan sepotong emas sertadiberi harum-haruman, kemudian mayat itu dibakar. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan, pengaruh Buddha datang terlebih dahulu dibandingkan dengan pengaruh Hindu. Prasasti yang berangka tahun 882 M, menggunakan bahasa Bali menerangkan tentang pemberian i in kepada para biksu untuk mendirikan pertapaan di Bukit Cintamani. Pengaruh Hindu di Bali berasal dari JawaTimur, ketika Bali berada di bawah kekuasaan Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, adasebagian penduduk yang melarikan diri ke Bali, sehingga banyak penduduk Bali sekarangyang menganggap dirinya keturunan dari Majapahit.Prasasti yang menceritakan raja yang berkuasa di Bali ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur. Dalam prasasti ini disebutkan bahwa raja yang bernama KhesariWarmadewa, istananya terletak di Sanghadwala. Prasasti ini ditulis dengan huruf Nagari(India) dan sebagian lagi berhuruf Bali Kuno, tetapi berbahasa Sanskerta. Prasasti ini berangka tahun 914 M (836 saka), dalam Candrasengkala berbunyi Khecara-wahni-murti.Raja selanjutnya yang berkuasa adalah adalah Ugrasena pada tahun 915 M.Ugrasena digantikan oleh Tabanendra Warmadewa (955-967 M). Tabanendra kemudian digantikan oleh Jayasingha Warmadewa, ia membangun dua buah pemandian di desaManukraya. Pemandian ini merupakan sumber air yang dianggap suci. Jayasinghakemudian digantikan oleh Jayasadhu Warmadewa yang memerintah dari tahun 975-983M. Tidak banyak berita yang menceritakan masa kekuasaannya.

      2.      Kehidupan Ekonomi
Kehidupan ekonomi yang berkembang di Bali adalah sektor pertanian. Hal itudapat dibuktikan dengan kata-kata yang terdapat dalam berbagai prasasti yangmenunjukkan usaha dalam sektor pertanian, seperti suwah, parlak (sawah kering), gaga(ladang), kebwan (kebun), dan kaswakas (pengairan sawah).
     
      3.      Kehidupan Sosial Budaya
Struktur masyarakat Bali dibagi ke dalam empat kasta, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Tetapi pembagian kasta ini tidak seketat seperti di India. Begitu puladalam pemberian nama awal pada anak-anak di lingkungan masyarakat Bali memilikicara yang khas, yaitu:a. Wayan untuk anak pertama; b. Made untuk anak kedua; c. Nyoman untuk anak ketiga;d. Ketut untuk anak keempat.Tetapi ada juga nama Putu untuk panggilan anak pertama dari kasta Brahmanadan Ksatria
     
      4.      Kepercayaan

Masyarakat Bali banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan India, terutamaHindu. Sampai sekarang, masyarakat Bali masih banyak yang menganut agama Hindu. Namun demikian, agama Hindu yang mereka anut telah bercampur dengan budayamasyarakat asli Bali sebelum Hindu. Masyarakat Bali sebelum Hindu merupakankelompok masyarakat yang terikat oleh hubungan keluarga dan memuja roh-roh nenek moyang yang mereka anggap dapat menolong dan melindungi kehidupan keluarga yang masih hidup. Melalui proses sinkretisme ini, lahirlah agama Hindu Bali yang bernama Hindu Dharma. (http://www.fahmiblogs.com/2011/09/kerajaan-bali.html)

      2.5  Penyebab Kejayaan
Naik tahtanya Dharma Udayana. Pada masa pemerintahnnya, system pemerintahan Kerajaan Bali semakin jelas. Perkawinan antara Dharma Udayana dengan Mahendradata yang merupakan putri dari raja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur, sehingga kedudukan Kerajaan Bali semakin  kuat. (http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/penyebab-kejayaan-dan-kemunduran.html)

      2.6  Penyebab Keruntuhann
Dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yang dikenal dengan nama Mayadenawa yang memiliki seorang patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo Iwa. Kedatangan Gadjah Mada dari kerajaan majapahit ke Bali adalah ingin menaklukan Bali di bawah pimpinan Kerajaan Majapahit, namun karena tidak mampu patih Majapahit itu mengajak Ki Kebo Iwa ke jawa dan disana disuruh membuat sumur dan setelah sumur itu selesai Ki Kebo Iwa di kubur hidup-hidup dengan tanah dan batu namun dalam lontar Bali Ki Kebo Iwa tidak dapat dibunuh dengan cara yang mudah seperti itu. Tanah dan batu yang dilemparkan ke sumur balik dilemparkan ke atas. Pada akhirnya dia menyerahkan diri sampai ia merelakan dirinya untuk dibunuh baru dia dapat dibunuh. Setelah kematian Ki Kebo Iwa, Bali dapat ditaklukan oleh Gadjah Mada pada tahun 1343. Patih Kebo Iwa yang berhasil dibujuk untuk pergi ke Majapahit, sesampainya di Majapahit Kebo Iwa dibunuh. Patih Gajah Mada yang berpura-pura menyerah dan minta diadakan perundingan di Bali, lalu ia menangkap raja Bali yaitu Gajah Waktra sehingga kerajaan Bali berada di bawah kekuasaan Majapahit. (http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/penyebab-kejayaan-dan-kemunduran.html)


BAB III
          PENUTUP


      3.1  Kesimpulan

Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa, Udayana dan anak Wungsu. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram, dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956-1022) kawin dengan putri Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta, hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putri Darmawangsa Tguh sampaia khirnya terjadi perlaya 1016. Karena diserang oleh Raja Wurawari dari Wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya. Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049-1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Pengganti Anak Wungsu, Jaya Sakti, Jayapangus dan Bedahulu adalah raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan KerajaanMajapahit

      3.2  Saran

Tiada sesuatupun yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan makalah yang kami susun ini juga masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran akan penulis terima dengan senang hati demi melengkapi makalah ini agar menjadi makalah yang lebih sempurna.


DAFTAR PUSTAKA


Poesponegoro,Marwat Djoned,Sejarah Nasional Indonesia II, Cetakan ke-4, Jakarta Balai Pustaka,2010
http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/penyebab-kejayaan-dan-kemunduran.html
Diposkan oleh Hard di 21.33