MAKALAH KERAJAAN BALI
Dosen Pengampu: Dhalia Soetopo, M.Pd

Kelompok 4,
Materi 6:
Alif Rahman Hidayat NIM
:11872010385
Agung Prasetyo NIM
: 11872010414
Erna Novitasari NIM
: 11872010412
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
2013
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunianya kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini yang berjudul
“Kerajaan Bali.”
Makalah ini
berisikan tentang informasi Kerajaan Bali. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk dan pedoman bagi para pembaca
dalam memperluas pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
Banyuwangi,
7 Mei 2013
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1
Latar Belakang ......................................................................................... ....... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... ....... 2
1.3 Tujuan
Penulisan......................................................................................... ....... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Letak Kerajaan Bali .................................................................................. ....... 3
2.2 Bukti Kerajaan Bali .................................................................................. ....... 4
2.3
Raja - Raja Pada Masa Kerajaan Bali ....................................................... ....... 5
2.4
Kehidupan Kerajaan Bali ......................................................................... ....... 7
2.5
Penyebab Kejayaan Kerajaan Bali ............................................................ ....... 9
2.6
Penyebab Kemunduran Kerajaan Bali ...................................................... ....... 9
BAB III PENUTUP ...................................................................................... ..... 10
3.1
Kesimpulan ............................................................................................... ..... 10
3.2
Saran ......................................................................................................... ..... 10
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu
dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya. Agama Hindu di Bali mulai
tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8, bersamaan dengan pertumbuhan agama
Hindu di Jawa Tengah, Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan
setempat, juga terhadap sistem pemerintah.
Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada
daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing).
Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di
bukit Kintamani. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan
tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa
Nagari dan Bali Kuno. Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus
memerintah setelah Raja Jayakusuma. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena
malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk
melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan.
Kerajaan Bali terletak pada sebuah Pulau kecil
yang tidak jauh dari daerah Jawa Timur. Dalam perkembangan sejarahnya, Bali
mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa. Karena letak pulau itu berdekatan,
maka sejak zaman dulu mempunyai hubungan yang erat. Bahkan ketika Kerajaan
Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap di
sana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali
dianggap pewaris tradisi Majapahit.
1.2 Rumusan Masalah
1. Dimana letak Kerajaan Bali?
2. Apa Bukti adanya Kerajaan Bali?
3. Siapa raja-raja Kerajaan Bali?
4. Bagaimana kehidupan Kerajaan
Bali?
5. Apa penyebab kejayaan Kerajaan
Bali?
6. Bagaimana
Proses Keruntuhan Kerajaan Bali?
1.3 Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui letak Kerajaan Bali.
2. Mengetahui Bukti Kerajaan Bali.
3.
Mengetahui raja-raja Kerajaan Bali.
4.
Mengetahui kehidupan Kerajaan Bali.
5.
Mengetahui penyebab kejayaan Kerajaan Bali.
6. Mengetahui
penyebab Keruntuhan Kerajaan Bali.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Letak Kerajaan Bali
Kerajaan Bali merupakan sebuah kerajaan yang terletak di sebuah pulau kecil yang tak jauh dari Jawa Timur dengan nama yang sama. Kerajaan Bali umumnya bercorak agama Hindu. Dalam
perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa karena letak kedua pulau ini berdekatan. Bahkan ketika
Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan
diri dan menetap disana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari
masyarakat Bali dianggap sebagai pewaris tradisi Majapahit. Bali yang dikenal sebagai
“Pulau Dewata” pada zaman duhulu kala, sebelum kedatangan majapahit terdapat
sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di bali yaitu sekitar 914 M yang
diketahui dari sebuah prasasti yang ditemukan di desa blanjong dekat Sanur yang
memiliki pantai matahari terbit.
Prasasti itu berangka tahun 836 saka yang
menyebutkan nama rajanya “Khesari Warmadewa” memiliki istana yang ada di
Singhadwala. Khesari Warmadewa adalah Ugrasena pada tahun 915 M - 942 M.
Setelah meninggal, Abu dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air
Madatu, lalu beliau digantikan oleh mahkota Jayasingha Warmadewa (960 M - 975
M). Dikatakan bahwa raja Jayasingha membangun dua pemandian di desa Manukraya,
yang letaknya sekarang.
Pusat Kerajaan Bali pertama di Singhamandawa.
Raja pertama Sri Ugranesa. Beberapa prasasti yang ditemukan tidak begitu jelas
menggambarkan bagaimana pergantian diantara 1 keluarga raja dengan
keluarga raja yang lain. Prasasti yang ditemukan di Jawa Timur hanya
menerangkan bahwa Bali pernah dikuasaiSingasari pada abad ke – 10 dan Majapahit
abad ke – 14. (http://www.scribd.com/doc/36399255/Kerajaan-Bali)
2.2 Bukti Sejarah
Berita
tertua dari bangsa asing mungkin dari orang Cina. Di dalam kitab sejarah
dinasti T´ang kuno, disebutkan antara lain bahwa Holing terletak di kepulauan
di lautan sebelah selatan.Di sebelah timur Holing terletak P´o-li, di sebelah
barat To-po-teng, di sebelah utara Chen-la(kamboja) dan disebelah selatan
lautan.
Di dalam kitab
sejarah dinasti T´ang baru dikatakan
bahwa Ho-ling disebut juga She-p´o. Letaknya dilautan sebelah selatan.Disebelah
timurnya P´o-li(Bali) dan disebelah baratnya terletak
To-po-teng(sumatra).Disebelah Utara terletak Chen-la(kamboja),yang jaraknya
kira-kira dua bulan berlayar. Selain itu, di dalam kitab Chu-fa-chin bagian
Suchi-tan,Bali disebut dengan nama Ma-li.Lebih lanjut kitab Yao-i-chih-lue
menyebut nama P´eng-li yang mungkin sama dengan Pa-li atau Ma-li.
Setelah itu, kita
tidak memproleh keterangan apa pun mengenai Bali didalam kitab-kitab sejarah
dinasti cina maupun berita dari bangsa asing lainnya.Mungkin hal ini disebabkan
hubungan dengan Cina pada masa-masa berikutnya kurang intensif,meskipun perdagangan
Bali dengan pulau-pulau laennya cukup ramai pada zaman raja Anak Wangsu.
Berita tertua
tentang keadaan di Bali yang berasal dari pulau Bali sendiri berupa bulatan
kecil dari tanah liat(cap,tablet) berukuran diameter sekitar 2,5 cm.Cap tanah liat
tersebut disimpan didalam stupika (stupa kecil) dari tanah liat. Cap-cap ini
ditulisi mantra-mantra agama budha dalam bahasa Sanskerta. (Poesponegoro,Marwat
Djoned,Sejarah Nasional Indonesia II, Cetakan ke-4, Jakarta Balai Pustaka,2010)
Dan dari sumber
sejarah kerajaan bali diatas bisa dapat diurutkan seperti yang dibawah ini:
Ø Berasal dari kitab sejarah dinasti Tang.
Ø Di sebelah
timur Ho – ling terletak P’oli dan bahwa negeri Da – pa – tau terletak
disebelah selatan Kamboja.
Ø Penduduknya menulis di atas daun Patra (rontal)
Ø Di dalam berita Cina dikatakan bahwa mayat
orang Dapatau diberi bekal berupa perhiasan (emas) dan dibakar.
Ø Prasasti Bali yang tertua berangka tahun 804 S
(882 M) isinya : pemberian izin kepada para biksu dan pendeta agama Buddha
untuk membuat pertapaan di bukit Cintamani.
Ø Prasasti berangka tahun 818 S (896 M) dan 883 S
(911 M) isinya : mengenai tempat sucidan tidak menyebutkan nama Raja.
Prasasti yang
ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur Permukaan prasasti ditulis sebagian dengan huruf Nagari (huruf India)
dan sebagian dengan huruf Bali kuno, sedangkan bahasanya menggunakan
bahasa sansekerta. Angka berupa Candra Sangkala dan berbunyi“Khecarawahni –
Murti artinya tahun 836 S (914 M). (http://www.fahmiblogs.com/2011/09/kerajaan-bali.html)
2.3 Raja
Yang Memerintah Pada Masa Kerajaan Bali
Informasi tentang raja-raja yang pernah
memerintah di Kerajaan Bali diperoleh terutama dari prasasti Sanur yang berasal
dari 835 Saka atau 913. Prasasti Sanur dibuat oleh Raja Sri Kesariwarmadewa.
Sri Kesariwarmadewa adalah raja pertama di Bali dari Dinasti Warmadewa. Setelah
berhasil mengalahkan suku-suku pedalaman Bali, ia memerintah Kerajaan Bali yang
berpusat di Singhamandawa. Pengganti Sri Keariwarmadewa adalah Ugrasena. Selama
masa pemerintahannya, Ugrasena membuat beberapa kebijakan, yaitu pembebasan
beberapa desa dari pajak sekitar tahun 837 Saka atau 915. Desa-desa tersebut
kemudian dijadikan sumber penghasilan kayu kerajaan dibawah pengawasan hulu
kayu (kepala kehutanan). Pada sekitar tahun 855 Saka atau 933, dibangun juga
tempat-tempat suci dan pesanggrahan bagi peziarah dan perantau yang kemalaman.
Pengganti Ugrasena adalah Tabanendra Warmadewa
yang memerintah bersama permaisurinya, ia berhasil membagun pemandian suci
Tirta Empul di Manukraya atau Manukaya, dekat Tampak Siring. Pengganti Tabanendra
Warmadewa adalah raja Jayasingha Warmadewa. Kemudian Jayasadhu Earmadewa. Masa
pemerintahan kedua raja ini tidak diketahu secara pasti. Pemerintahan kerajaan
Bali selanjutnya dipimpin oleh seorang ratu. Ratu ini bergelar Sri Maharaja Sri
Wijaya Mahadewi. Ia memerintah pada tahun 905 Saka atau 938. Beberapa ahli
memperkirakan ratu ini adalah putri dari Mpu Sindok dari kerajaan Mataram Kuno.
Pengganti ratu ini adalah Dharma Udayana
Warmadewa. Pada masa pemerintahan Udayana, hubungan Kerajaan Bali dan Mataram
Kuno berjalan sangat baik. Hal ini disebabkan oleh adanya pernikahan antara
Udayana dengan Gunapriya Dharmapatni, cicit Mpu Sendok yang kemudian dikenal
sebagai Mahendradata. Pada masa itu banyak dihasilkan prasasti-prasasti yang
menggunakan huruf Nagari dan Kawi serta bahasa Bali Kuno dan Sangsekerta.
Setelah Udayana wafat, Marakatapangkaja naik
tahta sebagai raja Kerajaan Bali. Putra kedua Udayana ini menjadi raja Bali
berikutnya karena putra mahkota Airlangga menjadi raja Medang Kemulan.
Airlangga menikah dengan putri dari Darmawngasa dari kerajaan Medang Kemulan.
Dari prasasti-prasasti yang ditemukan terlihat bahwa Marakatapangkaja sangat
menaruh perhatian pada kesejahteraan rakyatnya. Wilayah kekuasaannya meliputi
daerah yang luas termasak Gianjar, Buleleng. Tampaksiring dan Bwahan (Danau
Batur). Ia juga mengusahakan pembangunan candi di Gunung Kawi.
Pengganti raja Marakatapangkaja adalah adiknya
sendiri yang bernama Anak Wungsu. Ia mengeluarkan 28 buah prasasti yang
menunjukkan kegiatan pemerintahannya. Anak Wungsu adalah raja dari Wangsa
Warmadewa terakhir yang berkuasa di kerajaan Bali karena ia tidak mempunyai
keturunan. Ia meninggal pada tahun 1080 dan dimakamkan di Gunung Kawi (Tampak
Siring).
Setelah anak Wungsu, kerajaan Bali dipimpin
oleh Sri Sakalendukirana. Raja ini digantikan Sri Suradhipa yang memerintah
dari tahun1037 Saka hingga 1041 Saka. Raja Suradhipa kemudian digantikan
Jayasakti. Setelah Raja Jayasakti, yang memerintah adalah Ragajaya selitar
tahun 1155. Ia digantikan oleh Raja Jayapangus (1177-1181). Raja terakhir Bali
adalah Paduka Batara Sri Artasura yang bergelar Ratna Bumi banten (Manikan
Pulau Bali).
Raja ini
berusaha mempertahahankan kemerdekaan Bali dari seranggan Majapahit yang di
pimpin oleh Gajah Mada. Sayangnya upaya ini mengalami kegagalan. Pada tahun
1265 Saka tau 1343, Bali dikuasai Majapahit. Pusat kekuasaan mula-mula di
Samprang, kemudian dipindah ke Gelgel dan Klungkung. (Poesponegoro,Marwat Djoned,Sejarah Nasional Indonesia II, Cetakan ke-4,
Jakarta Balai Pustaka,2010)
2.4
Kehidupan Kerajaan Bali
1. Kehidupan Politik
Nama Bali sudah lama dikenal
dalam beberapa sumber kuno. Dalam berita Cina abad ke-7 disebut adanya nama
daerah yang bernama Dwa-pa-tan, yang terletak disebelah timur Kerajaan Holing
(Jawa). Menurut para ahli nama Dwa-pa-tan ini sama dengan Bali. Adat istiadat penduduk Dwa-pa-tan ini sama dengan di Holing, yaitu
setiap bulan padi sudah dipetik, penduduknya menulis dengan daun lontar,
orang yang meninggal dihiasi dengan emas, dan ke dalam mulutnya dimasukkan
sepotong emas sertadiberi harum-haruman, kemudian mayat itu dibakar.
Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan, pengaruh Buddha datang terlebih
dahulu dibandingkan dengan pengaruh Hindu. Prasasti yang berangka tahun 882 M,
menggunakan bahasa Bali menerangkan tentang pemberian i in kepada para biksu untuk mendirikan
pertapaan di Bukit Cintamani. Pengaruh Hindu di Bali berasal dari JawaTimur,
ketika Bali berada di bawah kekuasaan Majapahit. Ketika Majapahit runtuh,
adasebagian penduduk yang melarikan diri ke Bali, sehingga banyak penduduk Bali
sekarangyang menganggap dirinya keturunan dari Majapahit.Prasasti yang
menceritakan raja yang berkuasa di Bali ditemukan di desa Blanjong, dekat
Sanur. Dalam prasasti ini disebutkan bahwa raja yang bernama KhesariWarmadewa,
istananya terletak di Sanghadwala. Prasasti ini ditulis dengan huruf
Nagari(India) dan sebagian lagi berhuruf Bali Kuno, tetapi berbahasa Sanskerta.
Prasasti ini berangka tahun 914 M (836 saka), dalam Candrasengkala
berbunyi Khecara-wahni-murti.Raja selanjutnya yang berkuasa adalah adalah Ugrasena
pada tahun 915 M.Ugrasena digantikan oleh Tabanendra Warmadewa (955-967 M).
Tabanendra kemudian digantikan oleh Jayasingha Warmadewa, ia membangun
dua buah pemandian di desaManukraya. Pemandian ini merupakan sumber air yang
dianggap suci. Jayasinghakemudian digantikan oleh Jayasadhu Warmadewa yang
memerintah dari tahun 975-983M. Tidak banyak berita yang menceritakan masa
kekuasaannya.
2. Kehidupan
Ekonomi
Kehidupan ekonomi yang berkembang di Bali
adalah sektor pertanian. Hal itudapat dibuktikan dengan kata-kata yang terdapat
dalam berbagai prasasti yangmenunjukkan usaha dalam sektor pertanian, seperti
suwah, parlak (sawah kering), gaga(ladang), kebwan (kebun), dan kaswakas
(pengairan sawah).
3. Kehidupan
Sosial Budaya
Struktur masyarakat Bali dibagi ke dalam empat
kasta, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Tetapi pembagian kasta ini
tidak seketat seperti di India. Begitu puladalam pemberian nama awal pada
anak-anak di lingkungan masyarakat Bali memilikicara yang khas, yaitu:a. Wayan untuk
anak pertama; b. Made untuk anak kedua; c. Nyoman untuk anak ketiga;d.
Ketut untuk anak keempat.Tetapi ada juga nama Putu untuk panggilan anak pertama
dari kasta Brahmanadan Ksatria
4.
Kepercayaan
Masyarakat Bali banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan
India, terutamaHindu. Sampai sekarang, masyarakat Bali masih banyak yang
menganut agama Hindu. Namun demikian, agama Hindu yang mereka anut telah
bercampur dengan budayamasyarakat asli Bali sebelum Hindu. Masyarakat Bali
sebelum Hindu merupakankelompok masyarakat yang terikat oleh hubungan keluarga
dan memuja roh-roh nenek moyang yang mereka anggap dapat menolong dan
melindungi kehidupan keluarga yang masih hidup. Melalui proses sinkretisme ini,
lahirlah agama Hindu Bali yang bernama Hindu Dharma. (http://www.fahmiblogs.com/2011/09/kerajaan-bali.html)
2.5 Penyebab Kejayaan
Naik tahtanya Dharma Udayana. Pada masa
pemerintahnnya, system pemerintahan Kerajaan Bali semakin jelas. Perkawinan antara Dharma Udayana
dengan Mahendradata yang merupakan putri dari raja Makutawangsawardhana
dari Jawa Timur, sehingga kedudukan Kerajaan Bali semakin kuat. (http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/penyebab-kejayaan-dan-kemunduran.html)
2.6 Penyebab Keruntuhann
Dikisahkan seorang raja
Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yang dikenal dengan nama
Mayadenawa yang memiliki seorang patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo
Iwa. Kedatangan Gadjah Mada dari kerajaan majapahit ke Bali adalah ingin
menaklukan Bali di bawah pimpinan Kerajaan Majapahit, namun karena tidak mampu
patih Majapahit itu mengajak Ki Kebo Iwa ke jawa dan disana disuruh membuat
sumur dan setelah sumur itu selesai Ki Kebo Iwa di kubur hidup-hidup dengan
tanah dan batu namun dalam lontar Bali Ki Kebo Iwa tidak dapat dibunuh dengan cara
yang mudah seperti itu. Tanah dan batu yang dilemparkan ke sumur balik
dilemparkan ke atas. Pada akhirnya dia menyerahkan diri sampai ia merelakan
dirinya untuk dibunuh baru dia dapat dibunuh. Setelah kematian Ki Kebo Iwa,
Bali dapat ditaklukan oleh Gadjah Mada pada tahun 1343. Patih Kebo Iwa yang berhasil dibujuk untuk pergi ke Majapahit, sesampainya
di Majapahit Kebo Iwa dibunuh. Patih Gajah Mada yang
berpura-pura menyerah dan minta diadakan perundingan di Bali, lalu ia menangkap
raja Bali yaitu Gajah Waktra sehingga kerajaan Bali berada di bawah kekuasaan Majapahit. (http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/penyebab-kejayaan-dan-kemunduran.html)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di
perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa, Udayana dan anak Wungsu. Tahun 915 Raja
Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta
menjalin persahabatan Mataram, dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa
(956-1022) kawin dengan putri Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta,
hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan
putri Darmawangsa Tguh sampaia khirnya terjadi perlaya 1016. Karena diserang
oleh Raja Wurawari dari Wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya. Pada masa
pemerintahan anak Wungsu (1049-1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring.
Pengganti Anak Wungsu, Jaya Sakti, Jayapangus dan Bedahulu adalah raja lemah
dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan KerajaanMajapahit
3.2 Saran
Tiada sesuatupun yang sempurna di dunia ini,
begitu juga dengan makalah yang kami susun ini juga
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran akan penulis
terima dengan senang hati demi melengkapi makalah ini agar menjadi makalah yang lebih sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
Poesponegoro,Marwat
Djoned,Sejarah Nasional Indonesia II, Cetakan ke-4, Jakarta Balai Pustaka,2010
http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/penyebab-kejayaan-dan-kemunduran.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar